Upacara Adat Peumeunap dan Seumuleung Meriahkan Peringatan 546 Tahun Negeri Daya, Kapolres Aceh Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal
Calang – Tradisi adat Peumeunap dan Seumuleung kembali digelar dengan khidmat dan meriah di Komplek Makam Po Teumeureuhom, Desa Gle Jong, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang menjadi agenda budaya tahunan masyarakat Daya tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati 546 tahun berdirinya Negeri Daya dan dihadiri sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur pemerintahan, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat umum.
Acara yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Aceh, Bupati Aceh Jaya, Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, Dandim 0114/Aceh Jaya, unsur Forkopimda, para camat, pimpinan lembaga adat, serta sejumlah raja dan keturunan kerajaan dari berbagai wilayah di Aceh.
Kehadiran para Raja dari berbagai kerajaan bersejarah di Aceh seperti Raja Meureuhom Daya, Raja Samudra Pasai, Raja Teunom, Raja Linge, Raja Meulaboh, Raja Tamiang, Raja Perlak, Raja Lamno dan kerajaan lainnya menambah khidmat prosesi adat yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan tamu agung di Bale Peuniyoh, dilanjutkan dengan penjemputan Raja menuju Astaka Diraja, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa adat Khatam Payang yang dipimpin Mufti Besar Negeri Daya, amanat Raja dalam Bahasa Daya, hingga prosesi adat Seumuleung yang menjadi simbol penghormatan dan kebesaran adat Negeri Daya.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Jaya menegaskan bahwa peringatan berdirinya Negeri Daya bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang membangun peradaban dan mempertahankan tanah air dari berbagai ancaman.
“Momentum bersejarah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta melestarikan adat istiadat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Aceh Jaya,” ujar Bupati di hadapan ribuan peserta yang hadir.
Selain prosesi adat, kegiatan juga diisi dengan tradisi makan bersama melalui penyajian Nasi Besar (Bu Ulee), Bu Rame, Bu Leukat Takeh dan Air Surbat yang menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Negeri Daya. Acara kemudian ditutup dengan ziarah ke Makam Po Teumeureuhom sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh pendiri dan pemimpin Negeri Daya pada masa lampau.
Sementara itu, Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo menyampaikan bahwa pihaknya menurunkan personel pengamanan secara maksimal, baik terbuka maupun tertutup, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Kegiatan adat ini merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Aceh Jaya. Polres Aceh Jaya berkomitmen memberikan pengamanan terbaik agar seluruh masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman. Mengingat tingginya jumlah pengunjung serta kendaraan yang hadir dari berbagai daerah, kami melakukan pengamanan ekstra guna mengantisipasi gangguan kamtibmas, termasuk potensi tindak pidana seperti pencurian kendaraan bermotor dan kejahatan lainnya,” ujar Kapolres.
Menurutnya, sinergi antara Polri, TNI, Satpol PP, panitia pelaksana, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan pengamanan kegiatan yang berlangsung hingga selesai tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.
Tradisi Peumeunap dan Seumuleung sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Negeri Daya yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 12 Dzulhijjah atau hari ketiga Iduladha. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah berdirinya Negeri Daya sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara masyarakat, tokoh adat, dan para pewaris kerajaan di Aceh.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 17.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar, mencerminkan kuatnya komitmen masyarakat Aceh Jaya dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya leluhur yang telah bertahan selama lebih dari lima abad.