Polres Aceh Jaya Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Dapur SPPG Diminta Lengkapi Seluruh Persyaratan
Calang – Polres Aceh Jaya terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlangsung di Aula Mapolres Aceh Jaya, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Wakapolres Aceh Jaya, Kompol Ricky Andrika, mewakili Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, dihadiri oleh Kepala SPPG, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN), yayasan pelaksana, mitra penyedia layanan, instansi pemerintah terkait, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Aceh Jaya.
Rapat tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar dan ketentuan yang telah ditetapkan, mulai dari aspek administrasi, kesehatan, keamanan pangan, hingga mekanisme distribusi kepada para siswa penerima manfaat.
Dalam forum evaluasi tersebut, sejumlah temuan di lapangan menjadi perhatian bersama. Salah satu poin utama yang dibahas adalah masih terdapat dapur SPPG yang belum melengkapi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan. Dokumen tersebut merupakan syarat wajib yang harus dimiliki setiap dapur penyelenggara Program MBG guna menjamin keamanan dan kualitas makanan yang diproduksi.
SLHS menjadi indikator bahwa fasilitas pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, kepemilikan sertifikat halal, izin operasional, serta kelengkapan administrasi lainnya juga menjadi fokus evaluasi untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan secara legal, aman, dan sesuai regulasi.
Dalam arahannya, Kompol Ricky Andrika menegaskan bahwa kepolisian memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh program pemerintah dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis di Aceh Jaya berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Karena itu, pengawasan akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Kompol Ricky Andrika.
Ia menjelaskan, pengawasan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup seluruh rantai pelaksanaan program, mulai dari pengadaan bahan makanan, proses pengolahan di dapur SPPG, distribusi ke sekolah-sekolah, hingga makanan diterima oleh para siswa.
Sebagai langkah penguatan pengawasan, Polres Aceh Jaya akan menempatkan personel pada setiap kecamatan yang telah memiliki dapur SPPG. Personel tersebut akan melaksanakan monitoring langsung terhadap pelaksanaan Program MBG dan melaporkan perkembangan secara berjenjang mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga Polda Aceh.
Selain aspek administrasi, kualitas makanan juga menjadi perhatian utama. Pemeriksaan dilakukan terhadap kandungan gizi, kebersihan proses pengolahan, kualitas bahan baku, ketepatan waktu distribusi, hingga kondisi makanan saat diterima oleh para siswa.
Hingga saat ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Aceh Jaya berjalan dengan baik dan belum ditemukan adanya penyalahgunaan maupun permasalahan hukum. Kendati demikian, pengawasan tetap diperketat sebagai langkah preventif guna mengantisipasi berbagai potensi kendala yang dapat menghambat keberhasilan program.
Polres Aceh Jaya menilai bahwa koordinasi dan evaluasi yang dilakukan secara berkala merupakan kunci penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG. Melalui sinergi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, serta seluruh pengelola SPPG, setiap kendala yang muncul di lapangan diharapkan dapat segera diatasi secara cepat dan tepat.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Aceh Jaya juga mengimbau seluruh pengelola dapur SPPG agar segera melengkapi seluruh dokumen dan persyaratan yang masih belum terpenuhi. Hal ini penting untuk menjamin keberlanjutan program sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disediakan bagi para pelajar.
“Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan administratif dan standar kesehatan, kita berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara maksimal dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak di Kabupaten Aceh Jaya,” tutup Kompol Ricky Andrika.
Melalui pengawasan yang ketat dan kolaborasi seluruh pihak terkait, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi para pelajar, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Aceh Jaya yang sehat, cerdas, berdaya saing, serta siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.